Ruang Kita

                        

Aku tak mengerti apa fungsinya kau memutar dan menghentak-hentak sebuah benda itu. Matamu menatap benda itu lalu bergantian menatap lingkungan sekitar dengan tatapan kosong.
Ting!
Bunyi itu tiba-tiba membuat matamu menuju ke cahaya itu. Entah apa yang kau lakukan dengan menggeser dan menyentuhnya.
Penasaran..
"Ngapain sih megangin itu mulu?"
Dia menatapku lalu tersenyum. Dingin.
"Yaudah ya, aku mau pulang ya. Banyak tugas nih!"
Sedetik..
Dua detik..
Sampai detik ke lima, tetap saja kau hanya menatap cahaya itu dan mencoba menyentuhnya bagaikan ingin mengambil energi dalam cahaya itu.
Melihat responnya yang berubah, aku seperti bermain dengan cuaca hari ini, dingin.
"Jangan dulu dong, aku mau bilang sesuatu..". Mulut itu kini bergetar.
"Aku suka sama kamu, udah lama jadi pengagum dari kejauhan. Aku bukan orang yang bermodel pria pintar menggoda, tapi aku serius mau jaga kamu. Jadian yuk!" 
Aku yang berdiri dari kursi kemudian tertunduk dan menatapnya, namun gagal. Dia hanya menatap cahaya itu.
"Bagaimana bisa kau menjagaku sedangkan kau hanya memperhatikan si cahaya perusak sekaligus penghubung kita disaat kau bersamaku?"

___________________________________________________________________________________




Hiyak!!!!! Anak-anak Jamban pada berbondong mengikuti #memfiksikan. Nah kali ini temanya itu Telepon..
Tau kan telepon itu apa???
Itu loh, alat yang biasa ngehubungin tukang galon biar dateng kerumah bawain air.

Ah, masih gak tau juga Telepon itu apa? di gugel banyak definisinya...

Tulisannya rada ancur nih, jadi nerima masukan banget dari para sesepuhku :D

Ayo semangat para Blogger untuk #memfiksikan. Gue tunggu yang lainnya!

Komentar

Yoga Akbar S. mengatakan…
Hahaha, ternyata lebih sayang henponnya. :D
Oke, lumayan. :)
Gue kurang jago bikin FF. -__-
Berkarya terus!
Unknown mengatakan…
Gelo ini mah kalo sampe udah begitu masih ngadep henpon wakakakakak
Ini kalimatnya bisa dipadatin lagi, Izmi. Terus itu kasih spasi enter lagi napa biar bacanya enak hahaha bagus kok bagus, lanjutkan!
izmi waldani mengatakan…
Biasanya lelaki kan sibuk sama urusannya yg lain. Ah, kurang jago FF tapi kalo ngebayangin kak *sensor* juga langsung gerak mesin di otaknya :D
izmi waldani mengatakan…
Siap kak senja!
Kan belum dikasih suplemen teori mengenai space dan peraturan lainnya dari sesepuh~
Tigabumi mengatakan…
abis nembak tetep ngeliat layar, yaampun cowok macam apa itu :))
izmi waldani mengatakan…
cowok macam dia :(
Fandhy Achmad R mengatakan…
Hahaha cowok macam apa dia? -__-
andi muflih mengatakan…
si cewe cemburu dengan cahaya? (cahaya itu gadget ya?) hahah salam kenal ya
izmi waldani mengatakan…
Setengah setengah :(
izmi waldani mengatakan…
Iya cahaya itu hapenya :)
izmi waldani mengatakan…
Sama orangnya enggak?
Anyway makasih :)
Ngurah Dimas mengatakan…
Wkwkwkw sialan :D Kalo emang mau nembak kenapa yang dilirik laen? Jawabannya langsung bikin ngejleeeeb :D
izmi waldani mengatakan…
Gak profesional dia wkwk
Unknown mengatakan…
hahaha dasar cowok,,tingkahnya makin aneh aja ya :)
Karinara mengatakan…
oh ini toh #memfiksikan yang di bahas di WA JB
baru nyadar :D hahaha
Oh, inimah bukan fiksi ya, kayanya experince nih.hee
hawadys mengatakan…
Kalo gak salah, buat tema hari ini "kenangan". Bikin lagi dong.
Jelika marwati mengatakan…
Proud of you dude...😊